Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka | Pengertian, Dimensi ,Nilai-nilai, Ciri-ciri dan Contoh

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka – Indonesia adalah negara kedaulatan sekaligus negara demokrasi yang menjunjung tinggi nilai hukum yang ada. Sesuai yang tercantum dalam UUD bahwa setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di depan hukum.

Sudah menjadi sebuah budaya bahwa masyarakat Indonesia harus bisa mengambil sebuah kata “sepakat” berdasarkan hasil dari musyawarah dan consensus dari masyarakat.

Maka dari itu bentuk dari proses pemikiran masyarakat terbukan menjadi sebuah dasar serta landasan dari kepribadian bangsa Indonesia, hal ini pula sekaligus menjadi sebuah konsep Pancasila sebagai dasar negara.

Nah, sebuah sistem pemikiran terbuka inilah yang kemudian kita kenal dengan nama ideologi terbuka. Ideologi terbuka ini sangat berbanding ternalik dengan ideologi tertutup.

Singkatnya seperti ini, pada ideologi tertutup cita-cita ialah sekelompok orang saja, bersifat totaliter, dipaksakan, plurarisme pandangan dan kebudayaan serta hak asasi ditiadakan.

Kandungan dari ideologi tertutup ini tidak hanya nilai-nilai dan cita-cita saja, melainkan juga menuntut bukti konkret dan operasional yang kurang mutlak.

Makna Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
senayanpost.com

Pengertian Pancasila sebagai ideologi terbuka Pancasila yaitu harus bisa menyesuaikan diri dengan zaman yang sekarang.

Hal tersebut bukan berarti bahwasanya nilai-nilai yang terkandung pada pancasila bisa diganti dengan nilai dasar lain yang meniadakan jati diri bangsa Indonesia.

Makna bahwa Pancasila sebagai ideologi terbuka bahwa nilai-nilai dasar pancasila seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Kerakyatan, dan keadilan bisa dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan bangsa Indonesia.

Selain itu pula menjadi harus bisa mengikuti tuntutan perkembangan zaman secara kreatif dengan memerhatikan tingkat kebutuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia sendiri, serta tidak keluar dari eksistensi dan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Sebagai ideologi terbuka, Pancasila diharapkan mampu memberikan orientasi kedepan yang visioner dengan mengharuskan bangsa Indonesia untuk selalu menyadari mengenai kehidupan yang akan dihadapinya di kemudian hari

Terlebih lagi dalam menghadapi era globalisasi dan keterbukaan. Ideologi Pancasila menjadi pondasi bangsa Indonesia tetap bertahan dalam jiwa dan budaya bangsa Indonesia dan dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Secara garis besar dalam makna Pancasila sebagai dasar ideologi terbuka ialah Pancasila sebagai sebuah ideologi yang memiliki sifat tertutup dan kaku, tapi mempunyai sifat dinamis, terbukan dan reformatif.

Maksudnya ialah ideologi Pancasila mempunyai sifat aktual, dinamis, antisipatif yang senantiasa bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini, IPTEK serta aspirasi rakyat yang terus menggelora.

Keterbukaan ideologi Pancasila ini bukan berarti kita mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung didalamnya, tapi lebih mengeksplisitkan wawasan secara lebih nyata dan jelas. Tentunya dengan ini akan memberi kemampuan yang reformatif dalam memecahkan setiap masalah aktual.

Pada ideologi terbuka, terdapat cita-cita serta nilai dasar yang memiliki sifat tetap, dengan demikian, penjabaran dari ideologi ini dapat dilakukan dengan interpretasi secara kritis dan rasional.

Sebagai contohnya keterbukaan ideologi Pancasila ini adalah erat hubungannya dengan permasalahan ekonomi (ekonomi kerakyatan), pun sama halnya kaitannya dengan pendidikan, hukum, kebudayaan, IPTEK, dan HANKAM.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
kaskus.id

Pancasila ialah dasar negara sekaligus ideologi yang tumbuh dari dalam jati diri masyarakat Indonesia. Ideologi Pancasila hanya terdapat di Indonesia dan satu-satunya di dunia.

Pada proses pelaksanaannya ideologi sebagai ideologi terbuka, Pancasila memiliki peran yang sangat vital ketika menyikapi perkembangan zaman.

Kita dituntut dan mempunyai tanggung jawab untuk sama-sama menjaga Pancasila agar tetap kokoh dan tidak mudah runtuh oleh idealisme-idealisme yang akan menyudutkan Pancasila.

Maka dari itu, terdapat peran-peran Pancasila selaku ideologi terbuka, yakni sebagai berikut;

  • Ideologi Pancasila harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi zaman yang terus mengalami perubahan, terlebih lagi dalam menghadapi era globalisasi.
  • Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki makna, bahwa nilai-nilai dasar pancasila bisa dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Pancasila harus bisa mengikuti perkembangan zaman secara kreatif dengan memperhatikan kebutuhan dan perkembangan masyarakat Indonesia sendiri.
  • Sebagai ideologi terbuka Pancasila harus bisa memberikan orientasi secara visioner yang mewajibkan bangsa indonesia untuk selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dan akan di hadapinya, terutama menghadapi globalisasai dan keterbukaan.
  • Ideologi Pancasila menghendaki agar Bangsa Indonesia tetap bertahan dalam jiwa dan budaya Bangsa Indonesia dalam ikatan wadah NKRI.
Baca Juga  Bacaan Doa Qunut Bahasa Arab - Arti, Latin, Terjemahan, Hukum, Nazilah, Wirid [LENGKAP]

Nilai-nilai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
flickr.com

Kita selaku warga negara Indonesia harus mengakui bahwasannya Pancasila sebagai ideologi negara ini.
Pancasila sebagai ideologi terbuka mengandung tiga hal fleksibilitas yakni nilai dasar, nilai instrument, dan nilai praktis, adapun ketiga nilai tersebut sebagai berikut.

1. Nilai Dasar

Nilai dasar ialah asas-asas yang diterima sebagi dalil mutlak. Nilai dasar ini bersumber dari nilai-nilai budaya serta masyarakat Indonsia sendiri, yaitu bersumber dari kebudayaan bnagsa yang sesuai dengan konstitusi UUD 1945 yang mencerminkan hakikat nilai kultural (budaya).

Hal ini tercantum pada pembukaan UUD1945. Ini sebagai wujud nyata dari nilai dasar pada sila 1 sampai sila 5 yang terdapat dalam Pancasila.

Yakni hakikat kelima sila Pancasila yang meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, kemanusiaan, kerakyatan, dan keadilan

Nilai dasar tersebut ialah esensi dari sila-sila Pancasila yang bersifat universal dan menyeluruh sehingga pada nilai dasar ini terkandung cita-cita, tujuan, dan nilai-nilai yang bauk dan benar. Nilai dasar ideologi tersebut tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Oleh sebab itu pada Pembukaan UUD 1945 mengandung nilai-nilai dasar ideologi Pancasila, maka pembukaan UUD 1945 ialah suatu asas sekaligus norma dasar yang menjadi landadasan hukum tertinggi, sebagai sumber hukum positif sehingga dalam negara memiliki kedudukan sebagai pokok kaidah negara yang fundamental.

Sebagai ideologi terbuka, nilai dasar inilah memililif sifat tetap dan melekat pada kemaslahatan hidup negara sehingga mengubah Pembukaan Pembukaan UUD 1945 yang memuat nilai dasar

Pancasila ini sama kaitannya dengan pembubaran negara. Adapun nilai dasar tersebut kemudian dijelaskan pada pasal-pasal UUD 1945.

Dimana didalamnya terkandung lembaga-lembaga penyelenggara negara, hubungan antar lembaga penyelenggara negara beserta tugas dan wewenangnya.

2. Nilai Instrumental

Nilai instrumen ialah pengaplikasian umum dari nilai-nilai dasar. Pada biasanya pengaplikasikan tersebut berwujud norma sosial atau norma hukum untuk selanjutnya terkristalisasi dalam lembaga-lembaga yang sesuai dengan kebutuhan tempat dan waktu.

Nilai instrumen ini memiliki kedudukan lebih rendah dari nilai dasar, tetapi bisa terwujudkan nilai umum menjadi nilai konkret, serta sesuai perkembangan zaman.

Tentunya hal ini telah tertuang dalam batang tubuh UUD 1945, ketetapan MPR, Peraturan Perundang-undangan(PP), dan Kepres (Keputusan Presiden).

Selain itu, nilai instrumental juga menjadi sebuah arahan, kebijakan strategi, sasaran, serta lembaga pelaksanaannya. Nilai instrumental ini merupakan eksplisitasi, penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar ideologi Pancasila.

3. Nilai Praksis

Nilai praktis ialah nilai yang terkandung dan harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai inilah yang sebenarnya menjadi bahan ujian kita sebagai warga negara yang baik dan patuh atas norma Pancasila.

Hal itu dikarenakan apakah nilai dasar serta nilai instrumen benar-benar tertanam dalam masyarakat atau tidak.
Pada hal seperti ini, nilai praktis seperti menghormati, kerukunan, dan gotong-royong bisa diwujudkan dalam bentuk sikap, perbuatan, dan tingkah laku sehari-hari.

Atau secara singkatnya bisa dikatakan juga bahwa nilai praksis ini ialah realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam realisasi praksis inilah penjabaran nilai-nilai Pancasila senantiasa berkembang dan selalu dapat dilakukan perubahan dan perbaikan (reformasi) sesuai perkembangan zaman, ilmu pengetahuan serta aspirasi masyarakat.

Ciri-ciri Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
unair.ac.id

Melihat fungsinya sebagai Ideologi, pancasila menjadi dasar seluruh norma-norma yang belaku adalah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Sehingga pancasila tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ciri-ciri pancasila sebagai Ideologi terbuka dan ideologi tertutup ialah sebagai berikut;

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

  • Pancasila memiliki pandangan hidup, tujuan dan cita-cita masyarakat Indonesia yang berasal dari kepribadian masyarakat Indonesia sendiri.
  • Pancasila mempunyai tekat dalam mengembangkan kreatifitas dan dinamis untuk mencapai tujuan nasional
    Pengalaman sejarah bangsa Indonesia
  • Terjadi atas dasar keinginan bangsa (masyarakat) Indonesia sendiri tanpa dengan campur tangan atau paksaan dari sekelompok orang.
  • Isinya tidak operasional
  • Dapat menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab sesuai nilai-nilai Pancasila
  • Menghargai pluralitas, sehingga diterima oleh semua masyarakat yang berlatakng belakang dan budaya yang berbeda.
Baca Juga  Contoh Procedure Text Tentang Makanan, Minuman, Benda Beserta Gambar dan Artinya

Pancasila Sebagai Ideologi Tertutup

  • Nilai dan cita-cita sekelompok orang yang mendasari niat dan tujuan kelompoknya
    harus ada yang dikorbankan demi ideologi sekelompok orang
  • Loyalitas ideologi yang kaku
  • Terdiri atas tuntutan yang nyata dan oreasional yang diajukan mutlak
  • Ketaatan yang mutlak, bahkan kadang menggunakan kekuatan dan kekuasaan.

Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
wallpaperkeren18.blogspot.co.id

Pancasila berperan sebagai ideologi terbuka ialah cerminan bangsa Indonesia yang senantiasa terbuka dalam setiap dimensi kehidupan.

Berdasarkan Dr. Alfian, kekuatan ideologi tergantung pada tiga dimensi yang dikandungnya, yaitu sebagai berikut.

1. Dimensi Realita

Dimensi Realitas ialah mencerminkan kemampuan ideologi untuk mengadaptasika nilai-nilai kehidupan dan berkembang dalam masyarakat

Atau juga Perkembangan aspirasi dan pemikiran masyarakat Indonesia dalam merealisasikan cita-citanya untuk hidup berbangsa dan bernegara secara nyata dan hidup dalam masyarakat atau bangsanya. Misalnya, munculnya ideologi Pancasila pertama kali hingga kini.

2. Dimensi Fleksibilitas

Dimensi fleksibilitas ialah cerminan atau gambaran kemampuan suatu ideologi untuk memengaruhi dan menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat.

Pancasila memiliki sifat keluwesan, dalam menjawab tantangan jaman sekarang ini ataupun dalam menghadapi masa depan tanpa harus kehilangan kepribadian dan arah tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Dimensi Idealisme

Dimensi Idealisme ialah idealisme yang ada dalam ideologi bisa memunculkan harapan para pendukugnya

Keterbukaan untuk menerima kemajuan zaman yang lebih baik serta sesuai dengan nilai-nilai Idealisme. Pancasila tumbuh seiring dengan gerak perkembangan bangsa melalui perwujudan dan pengamalan di kehidupan sehari-hari.

Faktor Pendorong Pemikiran Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
deviantart.nete

Menurut Moerdiono (BP7 Pusat, 1992:399) menyebutkan beberapa factor yang mendorong pemikiran Pancasila sebagai ideologi terbuka yakni sebagai berikut;

#1. Dalam proses pembangunan nasional berencana, dinamika masyarakat kita berkembang amat cepat. Dengan demikian tidak semua persoalan kehidupan dapat ditemukan jawabannya secara ideologis dalam pemikiran ideologi-ideologi sebelumnya.

#2. Kenyataan bangkrutnya ideologi tertutup seperti marxismeleninisme/komunisme. Dewasa ini kubu komunisme dihadapkan pada pilihan yang amat berat, menjadi suatu ideologi terbuka atau tetap mempertahankan ideologi lainnya.

#3. Pengalaman sejarah politik kita sendiri dengan pengaruh komunisme sangat penting. Karena pengaruh ideologi komunisme yang pada dasarnya bersifat tertutup,

Pancasila pernah merosot menjadi semacam dogma yang kaku. Pancasila tidak lagi tampil sebagai acuan bersama, tetapi sebagai senjata konseptual untuk menyerang lawan-lawan politik.

Kebijaksanaan pemerintah di saat itu menjadi absolute. Konsekuensinya, perbedaan-perbedaan menjadi alasan untuk secara langsung dicap sebagai anti pancasila.

#4. Tekad kita untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sebagai catatan, istilah Pancasila sebagai satu-satunya asas telah dicabut berdasarkan ketetapan MPR tahun 1999, namun pencabutan ini kita artikan sebagai pengembalian fungsi utama Pancasila sebagai dasar Negara.

Dalam kedudukannya sebagai dasar Negara, Pancasila harus dijadikan jiwa (volkgeits) bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara terutama dalam pengembangan Pancasila sebagai Ideologi terbuka.

Di samping itu, ada faktor lain, yaitu adanya tekad bangsa Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai alternative ideologi dunia.Sikap Positif terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Baca Juga : Rumah Adat Jawa Tengah

Sikap Positif terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka
ikahaba.org

Dalam rangka merealisasikan masyarakat modern yang tetap berkepribadian serta mematuhi norma yang berkalu di Indonesia, dengan melandaskan tata nilai moral pancasila sebagai aturan kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni sebagai berikut.

1. Pancasila sebagai pandangan hidup

Kristalisasi nilai-nilai yang dimiliki bangsa dan diyakini kebenarannya sehingga menimbulkan tekad untuk mewujudkan dalam bentuk sikap dan tingkah laku dalam perbuatan sehari-hari.

2. Pancasila Sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa

Maksudnya adalah Pancasila sebagai cerminan jati diri yang memberi warna yang khas pada bangsa Indonesia yang membedakan dengan bangsa lain.

3. Pancasila adalah Perjanjian Luhur Pendiri Bangsa

Pancasila ialah suatu kesepakatan yang disetujui oleh wakil-wakil bangsa Indonesia menjelang dan sesudah proklamasi kemerdekaan.

4. Pancasila Sebagai Falsafah Hidup Bangsa

Pancasila ialah sarana yang ampuh untuk mempersatukan bangsa Indonesia karena mengandung norma dan nilai yang diyakini benar, adil, bijaksana sesuai dengan bangsa Indonesia.

5. Pancasila Sebagai Unsur Ketahanan Bangsa

Keberadaan suatu ideologi baik keluar maupun ke dalam, berfungsi untuk ketahanan bangsa itu sendiri. Bangsa yang kuat ialah bangsa yang mempunyai keyakinan ideologinya yang kuat.

6. Pancasila Merupakan Paradigma Pembangunan

Nilai-nilai dasar yang ada dalam Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia

Contoh Sikap Positif terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

contoh pancasila sebagai ideologi terbuka
youtube.com

Pancasila sebagai dasar filsafah negara, pandangan hidup bangsa, serta ideologi bangsa dan negara, bukanl hanya sebatas rangkaian kata-kata yang indah

Baca Juga  Letak Geografis Indonesia Pada Peta Dunia Secara Rinci dan Lengkap

Melainkan juga harus direalisasikan dan diaktualisasikan dalam berbagai bidang dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Aktualisasi Pancasila dapat dibedakan atas dua macam, yaitu aktualisasi objektif dan subjektif.

Aktualisasi Pancasila secara objektif

Aktualisasi secara objektif ialah aktualisasi Pancasila dalam berbagai hal dan bidang kehidupan negara yang mencakup kelembagaan negara antara lain legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

Selain itu juga meliputi bidang-bidang aktualisasi lainnya seperti politik, ekonomi, hukum, pertahanan keamanan, dan pendidikan.

Aktualisasi Pancasila secaca subjektif

Aktualisasi secara subjektif ialah aktualisasi Pancasila dalam setiap individu terutama dalam aspek moral yang berkaitan dengan hidup negara dan masyarakat.

Aktualisasi yang subjektif tersebut baik warga negara bisa, aparat penyelenggara negara, ataujuga penguasa negara perlu mawas diri agar memiliki oral Ketuhanan dan kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila.

Maka dari itu kita harus paham betul fungsi Pancasila sebagai ideologi terbuka bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, berikut ini dialah contoh sikap yang harus kita teladani selaku warna negara yang patuh;

1. Mewujudkan kehidupan beriman dan bertakwa

Beriman dan bertakwa perlu kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari guna sebagai banteng dalam bersikap.
Beriman dan bertakwa kita laksanakan dengan tindakan nyata, baik dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Perwujudan sikap beriman dan bertakwa di dalam keluarga antara lain

  • Rajin dan taat beribadah
  • Mendengarkan nasihat orang tua untuk selalu menaati ajaran agama
  • Memberi teladan sebagai umat beragama yang shalih
  • Berupaya menciptakan suasana keluarga yang tentram dan damai
  • Membina sikap jujur, adil, sabar, dan murah hati

Sedangkan perwujudan dalam sekolah antara lain

  • Waktu belajar ataupun kegiatan lainnya dimulai dan diakhiri dengan berdoa
  • Menunjukkan teladan bagaimana hidup yang baik sebagai orang beragama
  • Menghargai guru dan mematuhi tata tertib di sekolah
  • Membina sikap peduli sesama teman
  • Bersikap jujur, tekun, dan mau menolong tanpa pamrih.

Sementara perwujudan sikap beriman dan bertakwa dalam masyarakat antara lain

  • Menciptakan suasana yang damai menjamin penghayatan hidup beragama
  • Membantu warga yang terkena musibah
  • Turut berperan aktif dalam perayaan hari besar agama
  • Membina sikap hormat-menghormati
  • Tolong menolong, gotong royong dan silaturrahmi
  • Berpartisipasi membangun rumah ibadah.

2. Tenggang rasa dalam kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara

Manusia adalah makhluk sosial dan mau tidak mau haru bisa hidup bermasyarakat agar berjalan lancar apabila terbina kerukunan di antara sesam warganya.

Agar terciptanya kerukunan itu harus ada sikap saling menghargai di antara sesama warga. Berarti tenggang rasa berperan penting agar hidup bermasyarakat berlangsung harmonis.

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya akan keberaneka ragaman mulai dari berbagai suku, dengan beragam agama serta kepercayaan, tradisi dan budaya.

Di tengah keberagaman itu, harus ada kesadaran betapa pentingnya persatuan dan kesatuan.

Tergalangnya persatuan dan kesatuan sangat ditentukan oleh kepribadian warga negaranya. Melalui tenggang rasa kita menyamakan pandangan dan sikap kita dengan sesama warga negara.

Dengan cara demikian maka diperoleh kesamaan sikap dan kebulatan tekad untuk mencapai tujuan negara, yaitu masyarakat yang adil dan makmur.

3. Rela berkorban dalam kehidupan masyarakat

Rela berkorban sudah sangat jelas memberikan sumbangan berharga bagi perjuangan bangsa ini. Rakyat dari berbagai kalangan berani mengorbankan harta benda hingga berkorban nyawa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Rela berkorban sangat diperlukan pada proses kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam kehidupan bernegara, kita hendaknya rela mengorbankan kepentingan pribadi demi kepentingan umum.

4. Mengedepankan Musyawarah

Bangsa Indonesia memiliki cara yang khas untuk menyelesaikan masalah bersama yang dinamakan musyawarah agar tercapainya kata mufakat.

Cara penyelesaian masalah itu sesuai dengan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia.

Sebagai bangsa Indonesia, kita menjunjung tinggi persamaan derajat manusia. Oleh karena itu, pendapat setiap orang perlu kita hargai. Sebaliknya orang lain pun menghargai pendapat kita.

5. Bekerja keras

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling istimewa. Manusia dianugerahi akal budi, hati nurani serta kelebihan lainnya yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya.

Keistimewaan itu harus diterima manusia dengan tanggung jawab. Artinya, manusia harus memanfaatkan kemampuannya untuk membangun dunia dengan cara bekerja keras.

Dengan bekerja keras maka manusia bisa mencapai seluruh target dan harapan yang ia cita-citakan.

***

Itulah penjelasan secara detail mengenai pancasila sebagai ideologi terbuka & tertutup, ciri ciri pancasila sebagai ideologi terbuka, makalah pancasila sebagai ideologi terbuka, contoh pancasila sebagai ideologi terbuka, pancasila sebagai ideologi terbuka artinya, dimensi pancasila sebagai ideologi terbuka, pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan, contoh ideologi terbuka.

Semoga bermanfaat 😊

 

1 thought on “Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka | Pengertian, Dimensi ,Nilai-nilai, Ciri-ciri dan Contoh

  1. waah kita selaku warga negara Indonesia memang harus paham benar mengenai Pancsila sebagai dasar negara agar kita memiliki landasan kuat dalam kehidupan bernegara serta tidak mudah di adu domba oleh para oknum.

Leave a Comment